Contoh Diakronik dan Sinkronik Dalam Sejarah

Contoh Diakronik dan Sinkronik - Dalam sejarah, kita menenal pendekatan diakronik dan sinkronik. kedua cara berpikir dalam sejarah ini hampir mirip. jadi jika kamu tidak memahaminya dengan seksama hanya akan membuat kamu menjadi bingung. nah, untuk kamu yang mungkin sedang belajar tentang diakronik dan sinkronik, ada kesempatan kali ini admin kumpulan contoh akan memberikan penjelasannya dengan bahasa yang paling sederhana agar kamu mudah mengerti.

Kita mulai dari diakronik, apa itu pendekatan dengan cara berpikir diakronik  ? diakronik adalah berpikir secara kronologis (urut) dalam menganalisa sesuatu. yang dimaksud kronologis sendiri adalah catatan kejadian-kejadian yang diurutkan sesuai dengan waktu kejadiannya. sejarah yang bersifat diakronik juga berarti memanjang dalam waktu tetapi terbatas dalam ruang.

Sedangkan cara berpikir dengan pendekatan sinkronik adalah meluas dalam ruang tetapi terbatas dalam waktu. Sinkronik lebih menekankan pada struktur, artinya meluas dalam ruang. Pendekatan sinkronis menganalisa sesuatu tertentu pada saat tertentu, titik tetap pada waktunya. nah, setelah kamu tahu dan paham tentang pengertian diakronik dan sinkronik, berikut admin rangkumkan beberapa contoh diakronik dan sinkronik yang bisa membantumu dalam belajar :

Contoh Diakronik dan Sinkronik


A. Contoh Diakronik

1. Kronologi Pertempuran Ambarawa (20 Oktober – 15 Desember 1945)

  • Tentara Sekutu yang diboncengi NICA mendarat di Semarang pada tanggal 20 Oktober 1945.
  • Tanggal 23 November 1945 ketika matahari mulai terbit, mulailah terjadi tembak-menembak antara para pejuang kemerdekaan dengan pasukan Sekutu.
  • Kolonel Soedirman mengadakan rapat dengan para Komandan Sektor TKR dan Laskar pada tanggal 11 Desember 1945.
  • Serangan mulai dilancarkan pada tanggal 12 Desember 1945 pukul 4.30 pagi.
  • Pertempuran berakhir pada tanggal 15 Desember 1945 dan Indonesia berhasil merebut Ambarawa. Sekutu dibuat mundur ke Semarang.


2. Kronologi Pertempuran Surabaya (27 Oktober – 20 November 1945)

  • Tentara Inggris bersama NICA mendarat di Surabaya pada tanggal 25 Oktober 1945.
  • Setelah insiden perobekan bagian biru bendera Belanda, pada tanggal 27 Oktober 1945 meletuslah pertempuran pertama antara Indonesia melawan tentara Inggris.
  • Gencatan senjata antara pihak Indonesia dengan pihak tentara Inggris ditandatangani pada tanggal 29 Oktober 1945.
  • Setelah gencatan senjata, bentrokan-bentrokan tetap saja terjadi sampai berpuncak pada terbunuhnya Brigadir Jenderal Mallaby (pimpinan tentara Inggris untuk Jawa Timur) pada tanggal 30 Oktober 1945 sekitar pukul 20.30.
  • Pengganti Mallaby, Mayor Jenderal Eric Carden Robert Mansergh mengeluarkan ultimatum pada 10 November 1945 untuk meminta pihak Indonesia menyerahkan persenjataan dan menghentikan perlawanan.
  • Ultimatum itu tidak dihiraukan. Pada tanggal 10 November 1945 pagi tentara Inggris melancarkan serangan besar-besaran.


3. Kronologi Pertempuran 5 Hari di Semarang (15 Oktober – 19 Oktober 1945)

  • Tawanan Jepang kabur pada hari Minggu, 14 Oktober 1945.
  • Tersiar kabar bahwa sumber air minum di Semarang telah diracun. Dr Kariadi yang hendak memeriksa sumber air dibunuh oleh tentara Jepang.
  • Terjadi pertempuran yang berlangsung selama lima hari mulai dari 15 Oktober 1945.


4. Perang Padri (1821-1837)

Peristiwa penting yang terjadi:


  • Terjadi perang antara kaum padri dan kaum adat, namun terjadi perjanjian perdamaian pada tanggal 15 juli 1825 di Padang yang mengharuskan tentara Belanda ditarik ke Jawa.
  • Pada tahun 1834 belanda mengerahkan pasukan untuk menggempur pusat pertahanan kaum padri di bonjol.
  • Pada tanggal 25 oktober 1837 Tuanku Imam Bonjol tertangkap dan diasingkan ke Minahasa hingga wafatnya.


5. Perang Diponegoro (1825-1830)

Peristiwa penting yang terjadi:


  • Pemerintahan kolonial berencana membangun jalan untuk melancarkan sarana transportasi dan militer di Yogyakarta.
  • Pada tanggal 20 juli 1825 perang Tegalrejo dikepung oleh serdadu Belanda.
  • Diponegoro dan pengikutnya menyusun strategi gerilya.
  • Belanda menerapkan strategi Benteng Stelsel pada tahun 1827.
  • Tahun 1829 Kiai Maja ditangkap.
  • Pangeran Diponegoro tertangkap di Magelang pada 25 maret 1930.


B. Contoh Sinkronik


1. Suasana di Jakarta Saat Pembacaan Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945

Pembacaan Proklamasi pada tanggal 17 Agustus 1945 adalah peristiwa yang paling bersejarah dan paling penting bagi bangsa Indonesia. Peristiwa itu terjadi di Jalan Pegangsaan Timur Nomor 56 (Sekarang Jalan Proklamasi). Pembacaan Proklamasi dihadiri oleh sekitar 500 orang dari berbagai kalangan dengan membawa apapun yang bisa digunakan sebagai senjata. Meskipun Jepang sudah dikalahkan oleh Sekutu, Balatentara Dai Nippon (Jepang) masih berada di Jakarta. Suasana di Jakarta masih kondusif.
Awalnya Proklamasi akan dibacakan di Lapangan Ikeda, namun dipindahkan ke kediaman Soekarno karena dikhawatirkan terjadi pertumpahan darah. Akibatnya, sekitar 100 anggota Barisan Pelopor kembali berjalan dari Lapangan Ikeda ke kediaman Soekarno. Mereka datang terlambat dan menuntut pembacaan ulang Proklamasi. Namun ditolak dan hanya diberikan amanat singkat oleh Hatta.

2. Keadaan Ekonomi di Indonesia pada Tahun 1998

Keadaan ekonomi di Indonesia pada tahun 1998 sangatlah terpuruk. Terjadi kerusuhan dimana-mana. Bahkan sampai presiden Soeharto mengundurkan diri. Terdapat banyak hutang perusahaan dan negara yang jatuh tempo pada tahun 1998 yang membuat banyak perusahaan gulung tikar. Akibatnya angka pengangguran meningkat pesat. Pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat hingga Rp 15.000 per Dolar Amerika Serikat membuat harga-harga barang meningkat pesat. Akibatnya inflasi semakin tidak terkendali. Pendapatan per kapita Indonesia juga menurun drastis dari 1.155 US$/kapita pada tahun 1996 menjadi 610 US$/kapita pada tahun 1998.

3. Suasana pada saat tragedi G30S/PKI
Tragedi G30S/PKI terjadi pada tanggal 1 Oktober. Pada saat itu, terjadi penculikan dan pembunuhan 7 jendral tentara dan beberapa orang lainnya. Soeharto pada saat itu diperintah untuk mengambil alih tentara dan menyelamatkan Soekarno. Soekarno berhasil menuju Istana Presiden di Bogor. Soeharto bersama pasukan yang ia pimpin berhasil mengambil kontrol semua fasilitas yang sebelumnya direbut oleh pelaku G30S/PKI.

4. Pembangunan pada era Orde Baru

Orde Baru adalah masa pemerintahan presiden Soeharto. Pembangunan di Indonesia pada masa Orde Baru sangat pesat. Namun angka korupsi juga meningkat. Soeharto membuat program pembangunan jangka pendek yang disebut Rencana Pembangunan Lima Tahun (Repelita). Repelita I berhasil meningkatkan pertumbuhan ekonomi dari rata-rata 3% menjadi 6,7% per tahun, meningkatkan pendapatan per kapita, dan menurunkan laju inflasi. Bahkan pada tahun 1984 Indonesia berhasil mencapai swasembada beras, padahal pada tahun 1970-an Indonesia adalah negara pengimpor beras terbesar di dunia. Namun pada masa ini terjadi kesenjangan pembangunan antara pusat dan daerah.


Itulah dia sedikit penjelasan tentang diakronik dan sinkronik yang bisa admin aneka contoh sampaikan pada kesempatan kali ini. semoga ulasan dengan contoh diakronik dan sinkronik ini bisa membuat kamu lebih paham serta bisa membantumu dalam belajar. sekian dan semoga bermanfaat

Share this